DakwahLDIINews

PC LDII Cikarang Timur Gelar Seminar Speech Delay, Edukasi Peran Orang Tua Dimulai dari Rumah

Cikarang Timur – Bidang P2KK (Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga) Pimpinan Cabang LDII Cikarang Timur kembali menggelar seminar interaktif bertema “Speech Delay dan Peran Orang Tua untuk Cegah dari Rumah” pada Sabtu (09/05/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baitul Manshurin tersebut menjadi bagian dari pengajian rutin ibu-ibu dalam rubrik serba-serbi kesehatan.

Seminar ini diikuti ratusan peserta dari kalangan ibu-ibu warga LDII yang berasal dari wilayah Cikarang Timur dan sekitarnya. Antusiasme peserta terlihat sejak awal acara hingga sesi diskusi berlangsung. Para peserta tampak aktif menyimak materi serta mengajukan berbagai pertanyaan seputar tumbuh kembang anak, khususnya terkait speech delay atau keterlambatan bicara pada anak.

Bidang P2KK (Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga) Pimpinan Cabang LDII Cikarang Timur kembali menggelar seminar interaktif bertema “Speech Delay dan Peran Orang Tua untuk Cegah dari Rumah” pada Sabtu (09/05/2026)

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut yakni Pasya Talitha Ula Sabila, S.Tr.Kes dan Azza Talitha Tsania Maesyabani, A.Md.Kes. Keduanya merupakan praktisi berpengalaman di bidang terapi tumbuh kembang anak sekaligus pemilik klinik terapi yang berfokus pada layanan terapi wicara, terapi okupasi dan sensory, fisioterapi, serta feeding therapy di wilayah Ciawi, Bogor.

Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan pentingnya orang tua memahami tanda-tanda awal speech delay sejak dini. Menurut mereka, keterlambatan bicara pada anak tidak boleh dianggap sepele karena dapat memengaruhi kemampuan komunikasi, sosial, hingga perkembangan emosional anak apabila tidak ditangani dengan tepat.

“Orang tua harus peka terhadap indikasi awal yang terlihat pada anak. Misalnya anak terlambat merespons panggilan, minim kontak mata, atau kemampuan berbicaranya tidak berkembang sesuai usianya. Semakin cepat dikenali, maka penanganannya juga akan semakin baik,” ujar salah satu pemateri dalam sesi seminar.

Pasya Talitha Ula Sabila, S.Tr.Kes dan Azza Talitha Tsania Maesyabani, A.Md.Kes. Keduanya merupakan praktisi berpengalaman di bidang terapi tumbuh kembang anak sekaligus pemilik klinik terapi yang berfokus pada layanan terapi wicara, terapi okupasi dan sensory, fisioterapi,

Selain itu, pemateri juga menekankan pentingnya meningkatkan aktivitas interaktif antara orang tua dan anak di rumah. Menurutnya, komunikasi aktif menjadi salah satu kunci utama dalam mendukung perkembangan kemampuan bicara anak.

“Kurangi penggunaan gadget pada anak, terutama tanpa pendampingan. Anak perlu lebih banyak berinteraksi langsung dengan orang tua dan lingkungan sekitarnya agar kemampuan komunikasinya berkembang secara optimal,” jelasnya.

Sementara itu, panitia pelaksana kegiatan, Fia Azis Sudarto menyampaikan bahwa seminar ini digelar sebagai bentuk kepedulian LDII terhadap edukasi keluarga, khususnya bagi para ibu dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak.

Menurut Fia, saat ini kasus keterlambatan bicara pada anak semakin banyak ditemukan di lingkungan masyarakat. Namun, masih banyak orang tua yang belum memahami penyebab maupun langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini di rumah.

“Kegiatan ini kami adakan agar para orang tua, khususnya ibu-ibu, memiliki wawasan yang benar mengenai speech delay. Kami ingin memberikan edukasi bahwa pencegahan bisa dimulai dari lingkungan keluarga melalui pola komunikasi yang baik, perhatian terhadap tumbuh kembang anak, dan pengawasan penggunaan gadget,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana edukasi kesehatan keluarga bagi warga LDII maupun masyarakat umum.

“Harapan kami, para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Semoga para orang tua semakin sadar pentingnya peran keluarga dalam membangun generasi yang sehat, aktif, dan memiliki perkembangan yang optimal,” tambahnya.

Melalui seminar interaktif tersebut, PC LDII Cikarang Timur menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembinaan keluarga yang harmonis dan berkualitas. Tidak hanya melalui pengajian keagamaan, tetapi juga lewat edukasi kesehatan dan parenting yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *